Dalam satu langkah tak menentu
Aku berjalan mencari cahaya
Dalam gelapnya malam itu
Tanpa sang rembulan menghias angkasa
Aku berjalan pasti menelusurinya
Diiringi lolongan anjing yang kesepian
Rasakan dinginnya desiran angin
Menusuk tubuh rapuh kini
Berjalan dan berjalan terus
Tak menentu arah dalam kegamangan
Hingga aku menemukan setitik cahaya
Cahaya nan terang dalam kehangatan
Mendekat dan terus aku mendekatinya
Aku takut namun aku ingin rasakan kehangatan
Silaunya hingga membuatku takjub padanya
Terasa nyaman hingga satu cahaya mendekat
Aku merasa terlindung dalam kehangatan
Namun kepastian menungguku kini
Tak mungkin aku berlindung kembali
Haruskah ku putuskan 'tuk pergi ?
Sungguh hati berat meninggalkan mereka
Namun tubuh rapuh kini memaksa
Aku hanya ingin satu kebahagiaan
Dua cahaya hangat bersatu dalam dinginnya malam
Dan suatu hari 'kan kutemui kembali mereka
Dalam wujud berbeda
Dalam senyuman bahagia melihat mereka
Dalam sosok tembus cahaya bersayapkan putih bersih
Rabu, 31 Agustus 2011
Selasa, 30 Agustus 2011
Penantian Sang Melati, scene 2
Hari itu Devin hanya termangu dibawah pohon, ia membayangkan pertemuannya tadi pagi dengan Desban di sekolah barunya itu.
sosok pria penuh kharismatik yang ia yakini banyak pengagumnya. awalnya ia merasakan sebuah desiran aneh kala ia mengingat senyuman dari sosok itu.
namun saat ia tengah melamun, ada yang mengejutkannya.
duarrr...
" hayo, ngapain ngelamun sendirian ? ntar kesambet loh "
" aduh mas ini, ngagetin aku aja. gak boleh ya, mas ? "
" gak boleh dong " ucapnya sambil tertawa
" mas, aku lagi suka seseorang nih. "
" siapa ? " jawabnya sigat sambil merasakan desiran aneh didadanya.
" hehe mau tau aja deh mas. nunggu kami udah deket bener ya, baru aku ceritain sama mas. oke ? "
" hm, oke deh tapi janji ya ? "
" iya, janji deh "
" hayo, ngapain ngelamun sendirian ? ntar kesambet loh "
" aduh mas ini, ngagetin aku aja. gak boleh ya, mas ? "
" gak boleh dong " ucapnya sambil tertawa
" mas, aku lagi suka seseorang nih. "
" siapa ? " jawabnya sigat sambil merasakan desiran aneh didadanya.
" hehe mau tau aja deh mas. nunggu kami udah deket bener ya, baru aku ceritain sama mas. oke ? "
" hm, oke deh tapi janji ya ? "
" iya, janji deh "
Categories
Cerpenku
Minggu, 28 Agustus 2011
Penantian Sang Melati, scene 1
berdiri dalam hening sejenak, menarik nafas dalam-dalam seolah ia tak siap dengan kehidupannya yang baru.
perlahan-lahan ia langkahkan kakinya menuju koridor itu. gugup, ya hanya itu yang dapat ia rasakan sekarang namun ia tetap melangkah maju hingga tiba-tiba...
bruukkk...
ia menabrak seseorang !
sejenak ia tak ingin melihat sosok yang ia tabrak namun entah mengapa kepalanya memaksanya untuk mendongak dan melihat sosok itu. dan dalam satu kali tatapan, ia pun terdiam.
dalam hitungan detik, tak ada satupun reaksi dari masing-masing untuk mengeluarkan kata-kata. hening, itulah suasana yang terjadi diantara mereka hingga sosok itupun angkat bicara dan berkata, " sorry ya, gue gak sengaja "
ia yang nampak masih bingung hanya terbengong melihat sosok itu ketika berkata-kata namun dalam sekejap sosok itu berkata sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajahnya lalu berkata, " kamu gak apa-apa kan ? "
seolah ada yang menyadarkannya, ia pun terbangun dari lamunannya yang panjang tadi dan sontak langsung menjawab, " eh iya, gak apa-apa kok. lagian itu salah aku juga yang gak merhatiin jalan "
sosok yang menjadi pusat perhatiannya tadi langsung tersenyum. penuh pesona !
hanya dua kata itu yang dapat ia simpulkan dari sosok tersebut.
dan akhirnya sosok itu pun angkat bicara kembali, " oke, berhubung kamu gak apa-apa, aku duluan ya. oh iya, kenalin nih nama aku desban. kalo kamu ? "
dengan sigap ia pun menjawab, " aku devin "
" oh devin, salam kenal ya ", ucapnya sambil tersenyum lagi.
" iya, salam kenal juga ", jawabnya singkat.
Categories
Cerpenku
Sabtu, 27 Agustus 2011
Jika Suatu Hari Aku Takkan Pernah Disampingmu Lagi
aku mungkin berdiri sendiri disini
menatap matahari menunggu datangnya pelangi
disaat kapas putih takkan ada lagi
aku kan menjadi bayangnya yang hilang
takkan pernah aku menjadi seperti dulu
memberikan senyumku padamu kembali
aku mengerti aku kan kembali
menghadap-Nya dengan senyum tulusku
aku kini berperang melawan kematian
dalam hening yang takkan bungkam
aku akan menatapmu dari sana
dari tempat yang takkan kau jangkau
terimakasih tlah menemukan aku disini
menemani hariku dalam canda tawa
mungkin aku takkan bisa membalasnya
karena suatu hari aku takkan pernah disampingmu lagi
Categories
Puisi
Senin, 01 Agustus 2011
Dan Jika Aku Ingin
aku seperti berjalan diantara keraguan
dimana kau dan aku berbeda jua
hidup tak semudah yang kau kira
wahai kasihku kini…
ku ingin terus jalani tapi tak mungkin
aku dan dia terlalu berbeda
bak langit dan bumi yang tak mungkin satu
aku ingin kau memilih satu yang pasti, kasih
aku ingin akulah yang menjadi satu di hidupmu
walau berat tak mungkin menjadi yang pasti
tapi aku ingin selalu menjadi satu milikmu
dimana dunia ini hanya milik aku dan kamu
berjalan diantara dua dunia bebeda
kamu itu pemilih yang pasti kini
aku atau dia yang kau pilih kini
yang kan menjalani jalan kini bersama
aku hanya ingin satu kepastian kini
bukan seribu mawar putih yang ternoda
ataupun berlian mahal kelas dunia
aku hanya ingin sebuah kepastian
dan jika kini Tuhan memberiku satu kepastian
aku takkan pernah menyesal karena kini
karena kini tlah sempat memilikimu
walau hanya sekejap mata
Categories
Puisi
