Suasana jalanan sore itu mulai menunjukkan adanya tanda-tanda kemacetan namun dengan lincahnya Ghina mengendarai mobil jazznya menuju tempat dimana ia akan bertemu Landy. Sesaat kemudian, mobilnya terhenti di pelataran parkiran yang lumayan luas. Dimatikannya mesin mobil lalu ia keluar dan mengunci mobil. Dalam lari-lari kecil, ia mulai mendekati cafe itu kemudian membuka pintunya. Ghina menoleh ke arah kanan dan kirinya mencari sosok Landy disitu namun hasilnya nihil !
Kak, dimana ? udah di cafe nih !
sender : +628137943xxxx
Alunan lagu Ada Band - Setengah Hati terlantun indah di handphone Landy. Sebuah pesan singkat masuk ke handphonenya. Ternyata itu dari Ghina.
Di lantai atas ! tempat khusus ! bilang aja ke pelayannya anterin ke tempat Tuan Landy !
sender : +628538201xxxx
hah ? Tuan Landy ? jangan-jangan kak Landy pemilik nih cafe ! hm, gak salah sih sebenernya toh ayahnya anggota dubes terus ibunya desainer ternama... pikir Ghina dalam hati.
" Permisi, nona. Mencari siapa ya ? " tanya pelayan itu ramah.
" Saya mencari Arlandy Marks Agustave. Dia ada ? " tanya Ghina balik.
" Oh Tuan Landy. Mari saya antarkan. " ajak pelayan itu. Kemudian Ghina pun mengekor dari belakang menuju lantai atas.
Sesampainya di depan ruangan dimana Landy berada, sang pelayan membuka pintu lalu mempersilahkan Ghina masuk ke dalam ruangan. Ghina sempat takjub melihat desain interior di ruangan itu. Nuansa klasik namun romantis sangat terasa di ruangan itu.
" Wow ! " Ghina begitu takjub melihat desain ruangan itu.
" Kaget ? " tanya Landy dari belakang.
" Kakak ? " Ghina salah tingkah melihat penampilan Landy yang beda dari biasanya.
" Hahaha sorry ya, tadi rencananya mau nyuruh Mandy kesini cuma gak tau no handphone dia. " jelas Landy.
" Oh jadi ceritanya mau ngajak Mandy ngedate nih ? cieee... "
" Iya, dan gue punya kejutan buat lo ! " tunjuk Landy ke arah belakang Ghina. Seketika Ghina menganga melihat penampilan Erick yang berubah dari biasanya.
" Erick ! INI SERIUSAN ERICK ! CAKEP BANGET LO ! " ceplos Ghina.
" Mau ke salon dulu nggak lo ? sekalian jemput Mandy. " Erick mengedip genit ke arah Ghina.
" Lo sakit mata ya ? " kejahilan Ghina mulai datang.
" Lo tuh ya, bisa nggak sih akur sama gue ? bentarrrrr aja.. " nada Erick mulai terdengar lemah.
" Nggak ! weks ! " Ghina memeletkan lidahnya seolah tak perduli dengan wajah Ercik yang cemberut sekarang.
" Udah deh, jadian aja ! " Landy memecah suasana yang tercipta. " Tapi minta ijin dulu ama Vidar ! " sambung Landy.
" OGAH ! " jawab mereka bersamaan.
Di panti asuhan, Mandy tengah bersiap-siap menyambut kedatangan tamu yang akan menjadi orang tua baru salah satu anak panti. Anak-anak yang ada disitu pun tengah bersiap-siap menyambut calon keluarga baru mereka dan masing-masing berharap semoga merekalah yang dipilih.
" Mereka datang ! " teriak salah satu anak lelaki disitu.
Seketika Mandy keluar menuju teras namun ia terkejut ketika melihat keluarga yang menuju ke rumah panti itu karena ia kenal dengan jelas siapa diantara mereka itu.
" Kak Rifky ! " desisnya kemudian lalu ia terhuyung dan jatuh pingsan.
Jumat, 09 Maret 2012
Kamis, 08 Maret 2012
Cerbung : Mandy dan Landy (5)
" Jadi, dia anak panti asuhan ? " pikir cowok di dalam mobil everest hitam itu sambil menghisap sebatang rokok. Seketika, cowok itu segera mengambil handphonenya lalu mencari nama seseorang di daftar kontak itu kemudian menekan tombol hijau yang ada di telepon.
" Halo. " sahut seseorang disana.
" Lo mau duit gak ? bantuin gue nyelidikin seseorang. Ntar gue kirimin foto sama alamatnya lewat e-mail ! "
" Emang siapa, bro ? " tanya orang itu di telepon.
" Ada deh, ntar duitnya gue transfer ke rekening lo ! uang muka dulu, kalau kerjaan lo bagus, baru gue bayar sisanya ! deal ? " cowok di everest hitam itu mulai membuat kesepakatan.
" oke, deal ! kerjaan pasti beres sama gue ! tenang aje ! " orang di telepon itu meyakinkan.
" gue tunggu ! " dan percakapan itu terputus. Cowok itu menjalankan lagi mobilnya menuju rumahnya.
Sementara itu di tempat lain, gadis yang memasuki panti asuhan tadi tampak melamun memikirkan sesuatu sambil tersenyum-senyum sendiri.
" Kak ? " sapa gadis kecil berkuncir yang bingung melihat kakaknya tersenyum sendiri.
" eh iya, kenapa Adele ? " lamunan gadis itu buyar oleh sapaan gadis kecil bernama Adele itu.
" kakak Mandy kenapa ? kok senyum-senyum sendiri ? kak Mandy sakit ya ? ntar Adele panggilin bunda ya. " cerocos Adele panjang lebar.
" kak Mandy gak apa-apa kok sayang. " digosoknya kepala Adele dengan lembut.
" oh yaudah deh, kakak mau main ? " ajak Adele akhirnya.
" gak sayang, kakak mau bantuin bunda. Sebentar lagi salah satu dari kalian nanti dapat keluarga baru. " ucap Mandy seolah menyayangkan hal itu terjadi.
" berarti nanti ada yang pisah ya sama kita ? semoga aja bukan Adele ya kak. Adele gak mau pisah sama kak Mandy. " Adele mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan menangis.
" udah ah, jangan nangis ya Adele. Kalau pun memang Adele yang diadopsi, kan Adele bisa main-main kesini. " Mandy meyakinkan gadis kecil yang mulai murung itu.
" hm, tapi kak... " bantah Adele.
" udah ah, jangan sedih. " dihapusnya air mata Adele kemudian diciumnya pipi Adele. " Adele main gih sana, udah ditungguin yang lain tuh. "
Adele tersenyum, " Adele sayang kak Mandy. "
" Kakak juga sayang Adele. "
Lalu, Adele pun berlari mendekati anak-anak panti asuhan yang lainnya. Tanpa sadar Mandy menitikkan air mata melihat kebahagiaan terpancar jelas di wajah adik-adiknya itu. " Kakak terlalu sayang kalian " desisnya sambil mengusap air mata.
Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore. Ghina tengah asyik mendengarkan musik, dan membuka akun facebooknya. Ia sempat begitu disibukkan dengan kegiatannya sampai kesibukannya terhenti akibat dering nada pesan di handphonenya.
Ghin, lo ada kerjaan gak ? temenin gue dong ! ada yang mau gue tanyain sama lo !
sender : +628538201xxxx
Ini siapa ya ?
Sender : +628137943xxxx
Landy !
Sender : +628538201xxxx
" tumben kak Landy sms gue ? " tanya Ghina bingung ketika melihat sms itu. Dibacanya baik-baik sms itu lagi dan benar ! itu memang pesan singkat dari Landy ! " ada apa ya ? hm... "
Bisa kak ! tp dimana ?
sender : +628137943xxxx
Di cafe & resto deket sekolahan kita. Tempat biasa kami nongkrong. Cuma ada gue sendirian nih ! gue sekalian mau ngomong masalah temen lo.
sender : +628538201xxxx
Oke, kak. Wait ya !
sender : +628137943xxxx
Ghina pun bergegas menutup laptopnya, berpakaian lalu menuruni tangga kemudian berlari menuju mobil jazz biru yang terpakir di depan rumah. Dalam hitungan menit, Ghina pun telah meninggalkan rumah menuju tempat yang telah mereka tentukan.
" Halo. " sahut seseorang disana.
" Lo mau duit gak ? bantuin gue nyelidikin seseorang. Ntar gue kirimin foto sama alamatnya lewat e-mail ! "
" Emang siapa, bro ? " tanya orang itu di telepon.
" Ada deh, ntar duitnya gue transfer ke rekening lo ! uang muka dulu, kalau kerjaan lo bagus, baru gue bayar sisanya ! deal ? " cowok di everest hitam itu mulai membuat kesepakatan.
" oke, deal ! kerjaan pasti beres sama gue ! tenang aje ! " orang di telepon itu meyakinkan.
" gue tunggu ! " dan percakapan itu terputus. Cowok itu menjalankan lagi mobilnya menuju rumahnya.
Sementara itu di tempat lain, gadis yang memasuki panti asuhan tadi tampak melamun memikirkan sesuatu sambil tersenyum-senyum sendiri.
" Kak ? " sapa gadis kecil berkuncir yang bingung melihat kakaknya tersenyum sendiri.
" eh iya, kenapa Adele ? " lamunan gadis itu buyar oleh sapaan gadis kecil bernama Adele itu.
" kakak Mandy kenapa ? kok senyum-senyum sendiri ? kak Mandy sakit ya ? ntar Adele panggilin bunda ya. " cerocos Adele panjang lebar.
" kak Mandy gak apa-apa kok sayang. " digosoknya kepala Adele dengan lembut.
" oh yaudah deh, kakak mau main ? " ajak Adele akhirnya.
" gak sayang, kakak mau bantuin bunda. Sebentar lagi salah satu dari kalian nanti dapat keluarga baru. " ucap Mandy seolah menyayangkan hal itu terjadi.
" berarti nanti ada yang pisah ya sama kita ? semoga aja bukan Adele ya kak. Adele gak mau pisah sama kak Mandy. " Adele mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan menangis.
" udah ah, jangan nangis ya Adele. Kalau pun memang Adele yang diadopsi, kan Adele bisa main-main kesini. " Mandy meyakinkan gadis kecil yang mulai murung itu.
" hm, tapi kak... " bantah Adele.
" udah ah, jangan sedih. " dihapusnya air mata Adele kemudian diciumnya pipi Adele. " Adele main gih sana, udah ditungguin yang lain tuh. "
Adele tersenyum, " Adele sayang kak Mandy. "
" Kakak juga sayang Adele. "
Lalu, Adele pun berlari mendekati anak-anak panti asuhan yang lainnya. Tanpa sadar Mandy menitikkan air mata melihat kebahagiaan terpancar jelas di wajah adik-adiknya itu. " Kakak terlalu sayang kalian " desisnya sambil mengusap air mata.
Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore. Ghina tengah asyik mendengarkan musik, dan membuka akun facebooknya. Ia sempat begitu disibukkan dengan kegiatannya sampai kesibukannya terhenti akibat dering nada pesan di handphonenya.
Ghin, lo ada kerjaan gak ? temenin gue dong ! ada yang mau gue tanyain sama lo !
sender : +628538201xxxx
Ini siapa ya ?
Sender : +628137943xxxx
Landy !
Sender : +628538201xxxx
" tumben kak Landy sms gue ? " tanya Ghina bingung ketika melihat sms itu. Dibacanya baik-baik sms itu lagi dan benar ! itu memang pesan singkat dari Landy ! " ada apa ya ? hm... "
Bisa kak ! tp dimana ?
sender : +628137943xxxx
Di cafe & resto deket sekolahan kita. Tempat biasa kami nongkrong. Cuma ada gue sendirian nih ! gue sekalian mau ngomong masalah temen lo.
sender : +628538201xxxx
Oke, kak. Wait ya !
sender : +628137943xxxx
Ghina pun bergegas menutup laptopnya, berpakaian lalu menuruni tangga kemudian berlari menuju mobil jazz biru yang terpakir di depan rumah. Dalam hitungan menit, Ghina pun telah meninggalkan rumah menuju tempat yang telah mereka tentukan.
Categories
Cerpenku
Selasa, 06 Maret 2012
Cerbung : Mandy dan Landy (4)
Jam pelajaran tengah berlangsung, suasana sekolah tampak sepi pada saat jam pelajaran itu. Di kelas 10 plus A, kelas khusus untuk anak-anak pintar dan hanya 20 orang saja di dalam sana, tampak begitu lengang dalam situasi pelajaran yang penuh konsentrasi tinggi. Namun tiba-tiba saja pintu kelas diketuk pelan, sontak seisi kelas menoleh ke sumber suara.
" Ya, masuk ! " titah sang guru dari dalam ruangan.
Dan krieettt... pintu terbuka. Cukup mencengangkan melihat siapa yang memasuki kelas, Erick dan Landy ! 2 orang yang terkenal tidak pernah mematuhi aturan sekolah.
" Permisi, pak. Kami mau memanggil Ghina dan Mandy. " ucap Erick sopan tanpa aksen Inggrisnya. Erick memang blasteran Jerman - Indonesia namun ia tidak cukup fasih mengucapkan bahasa Indonesia dibandingkan Landy.
" Ada urusan apa kalian dengan murid saya ? " tanya guru itu galak.
" Kami mau memberikan botol air mineral ini dengan mereka, Pak. " ceplos Landy tanpa ada rasa takut pada guru itu. Semua mata yang menyaksikan itu dibuat terbingung akan perlakuan kedua senior " penguasa " sekolah mereka terkecuali Ghina dan Mandy yang hanya bisa misuh-misuh dibuatnya.
" Yasudah, berikan saja kepada saya ! Nanti saya berikan kepada mereka ! " perintah Pak guru itu.
" Wah, nggak bisa dong, Pak ! ini harus disampaikan langsung tanpa perantara, Pak ! " bantah Landy langsung.
Pak guru yang melihat tingkah siswa yang paling " bermasalah " di sekolah itu, dengan geram memanggil Mandy dan Ghina.
" Amanda Queenera ! Ghina Alamanda Ikhsan Putri ! "
" Saya, Pak. " jawab mereka hampir bersamaan.
" Cepat selesaikan urusan kalian ! dan segera kembali ke kelas ! " bentak guru itu. Dengan refleks, mereka segera berdiri menuju pintu kelas dan menarik keluar kedua senior mereka itu.
" Are you crazy ? How dare you do it ! " ucap Ghina kesal pada mereka berdua.
" No, we are normal ! and this is your drinks ! " balas Erick santai.
" Ghin, udah yook, masuk ke kelas. Ntar dimarahin. " bujuk Mandy halus.
" Calm down ! Kita cuma mau ngasih ini kok. Udah ini mau ke kelas. " Landy pun angkat bicara dengan santainya sambil menatap Mandy lembut.
Mandy yang dipandangi begitu oleh Landy sontak salah tingkah dan memalingkan wajah ke tempat lain.
" Yaudah, gue ama Mandy mau balik ke kelas dulu ! Yook, Man ! " sambil menarik tangan Mandy. Namun tiba-tiba Ghina berbalik, " arigatou untuk air mineralnya. " kemudian mereka pun meninggalkan Erick dan Landy menuju ke kelas mereka.
" Cewek itu rumit ! " ucap Erick dan Landy hampir bersamaan.
Bel tanda berakhirnya pelajaran pada hari itu pun berdering dengan lincahnya. Suasana sekolah mulai terasa ramai dengan keriuhan para siswa yang bercengkrama satu sama lain. Namun saat yang lain tengah asyik bercengkrama di koridor, Mandy dan Ghina sibuk bercengkrama di dalam kelas. Tiba-tiba saja saat mereka sedang asyiknya bercengkrama, 4 sosok cowok telah berjejer berdiri di pintu. Landy, Vidar, Erick, dan seorang cowok berpenampilan ala kapten basket.
" Kalian ngapain kesini ? dan tumben ada Rifky ? " ucap Ghina terkejut.
" Emang kenapa kalo ada gue ? " tanya cowok yang berpenampilan ala kapten tim basket itu yang ternyata bernama Rifky.
" Ghin, lo bareng kita ya baliknya. " ajak Vidar kemudian.
" naek apa, kak ? lo kan bawa motor hari ini ! terus Mandy gimana ? " cerocos Ghina.
" aku bisa pulang sendiri kok, lagian rumah aku gak jauh dari sini. " kilah Mandy dengan cepat.
" Lo sama Erick dan Rifky aja. " Vidar menjelaskan.
" what ? oh God ! gue boncengan ama kakak aja deh ! " Ghina mengeluh akhirnya.
" idih, siapa yang mau sama lo ! " balas Rifky.
" apa-apan sih kalian ? kita udah SMA woi ! bukan anak TK lagi ! " bentak Landy.
" Man, lo mau balik bareng gue ? " tanya Landy to the point.
" gak usah, kak. Bisa pulang sendiri kok akunya. Permisi. " Lalu Mandy berlari meninggalkan mereka semua dalam keheningan.
Panas terik matahari menyengat begitu saja, menusuk pori-pori kulit yang tipis. Langkah kaki yang tertatih-tatih itu seolah menunjukkan bahwa ia sedang sangat lemah. Tanpa sadar, ia telah diikuti oleh mobil everest hitam yang sejak tadi berada di belakangnya. Mengikuti dengan pelan agar sosok yang diikuti itu tidak curiga. Dan tiba-tiba sosok itu berhenti di depan rumah yang begitu asri, perlahan ia membuka pintu pagar dimana di halaman sedang ada anak-anak yang tengah bermain disitu kemudian mereka sontak menyapa dengan bahagianya kepada sosok itu. Begitu ceria mereka semua yang ada disitu tanpa beban sedikit pun. Kemudian, sosok itu seperti mengisyaratkan semua anak-anak itu untuk masuk ke dalam rumah yang begitu asri itu. Seketika halaman rumah itu lengang, dan mobil everest hitam itu mulai terbuka kacanya. Sosok cowok bertampang keren melihat ke arah rumah itu.
" Panti Asuhan Kasih Bunda " desisnya kemudian. Lalu sosok cowok itu kembali menutup kaca mobil everest hitamnya kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
" Ya, masuk ! " titah sang guru dari dalam ruangan.
Dan krieettt... pintu terbuka. Cukup mencengangkan melihat siapa yang memasuki kelas, Erick dan Landy ! 2 orang yang terkenal tidak pernah mematuhi aturan sekolah.
" Permisi, pak. Kami mau memanggil Ghina dan Mandy. " ucap Erick sopan tanpa aksen Inggrisnya. Erick memang blasteran Jerman - Indonesia namun ia tidak cukup fasih mengucapkan bahasa Indonesia dibandingkan Landy.
" Ada urusan apa kalian dengan murid saya ? " tanya guru itu galak.
" Kami mau memberikan botol air mineral ini dengan mereka, Pak. " ceplos Landy tanpa ada rasa takut pada guru itu. Semua mata yang menyaksikan itu dibuat terbingung akan perlakuan kedua senior " penguasa " sekolah mereka terkecuali Ghina dan Mandy yang hanya bisa misuh-misuh dibuatnya.
" Yasudah, berikan saja kepada saya ! Nanti saya berikan kepada mereka ! " perintah Pak guru itu.
" Wah, nggak bisa dong, Pak ! ini harus disampaikan langsung tanpa perantara, Pak ! " bantah Landy langsung.
Pak guru yang melihat tingkah siswa yang paling " bermasalah " di sekolah itu, dengan geram memanggil Mandy dan Ghina.
" Amanda Queenera ! Ghina Alamanda Ikhsan Putri ! "
" Saya, Pak. " jawab mereka hampir bersamaan.
" Cepat selesaikan urusan kalian ! dan segera kembali ke kelas ! " bentak guru itu. Dengan refleks, mereka segera berdiri menuju pintu kelas dan menarik keluar kedua senior mereka itu.
" Are you crazy ? How dare you do it ! " ucap Ghina kesal pada mereka berdua.
" No, we are normal ! and this is your drinks ! " balas Erick santai.
" Ghin, udah yook, masuk ke kelas. Ntar dimarahin. " bujuk Mandy halus.
" Calm down ! Kita cuma mau ngasih ini kok. Udah ini mau ke kelas. " Landy pun angkat bicara dengan santainya sambil menatap Mandy lembut.
Mandy yang dipandangi begitu oleh Landy sontak salah tingkah dan memalingkan wajah ke tempat lain.
" Yaudah, gue ama Mandy mau balik ke kelas dulu ! Yook, Man ! " sambil menarik tangan Mandy. Namun tiba-tiba Ghina berbalik, " arigatou untuk air mineralnya. " kemudian mereka pun meninggalkan Erick dan Landy menuju ke kelas mereka.
" Cewek itu rumit ! " ucap Erick dan Landy hampir bersamaan.
Bel tanda berakhirnya pelajaran pada hari itu pun berdering dengan lincahnya. Suasana sekolah mulai terasa ramai dengan keriuhan para siswa yang bercengkrama satu sama lain. Namun saat yang lain tengah asyik bercengkrama di koridor, Mandy dan Ghina sibuk bercengkrama di dalam kelas. Tiba-tiba saja saat mereka sedang asyiknya bercengkrama, 4 sosok cowok telah berjejer berdiri di pintu. Landy, Vidar, Erick, dan seorang cowok berpenampilan ala kapten basket.
" Kalian ngapain kesini ? dan tumben ada Rifky ? " ucap Ghina terkejut.
" Emang kenapa kalo ada gue ? " tanya cowok yang berpenampilan ala kapten tim basket itu yang ternyata bernama Rifky.
" Ghin, lo bareng kita ya baliknya. " ajak Vidar kemudian.
" naek apa, kak ? lo kan bawa motor hari ini ! terus Mandy gimana ? " cerocos Ghina.
" aku bisa pulang sendiri kok, lagian rumah aku gak jauh dari sini. " kilah Mandy dengan cepat.
" Lo sama Erick dan Rifky aja. " Vidar menjelaskan.
" what ? oh God ! gue boncengan ama kakak aja deh ! " Ghina mengeluh akhirnya.
" idih, siapa yang mau sama lo ! " balas Rifky.
" apa-apan sih kalian ? kita udah SMA woi ! bukan anak TK lagi ! " bentak Landy.
" Man, lo mau balik bareng gue ? " tanya Landy to the point.
" gak usah, kak. Bisa pulang sendiri kok akunya. Permisi. " Lalu Mandy berlari meninggalkan mereka semua dalam keheningan.
Panas terik matahari menyengat begitu saja, menusuk pori-pori kulit yang tipis. Langkah kaki yang tertatih-tatih itu seolah menunjukkan bahwa ia sedang sangat lemah. Tanpa sadar, ia telah diikuti oleh mobil everest hitam yang sejak tadi berada di belakangnya. Mengikuti dengan pelan agar sosok yang diikuti itu tidak curiga. Dan tiba-tiba sosok itu berhenti di depan rumah yang begitu asri, perlahan ia membuka pintu pagar dimana di halaman sedang ada anak-anak yang tengah bermain disitu kemudian mereka sontak menyapa dengan bahagianya kepada sosok itu. Begitu ceria mereka semua yang ada disitu tanpa beban sedikit pun. Kemudian, sosok itu seperti mengisyaratkan semua anak-anak itu untuk masuk ke dalam rumah yang begitu asri itu. Seketika halaman rumah itu lengang, dan mobil everest hitam itu mulai terbuka kacanya. Sosok cowok bertampang keren melihat ke arah rumah itu.
" Panti Asuhan Kasih Bunda " desisnya kemudian. Lalu sosok cowok itu kembali menutup kaca mobil everest hitamnya kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Categories
Cerpenku
Sabtu, 03 Maret 2012
Cerbung : Mandy dan Landy (3)
Sesaat jajaran langkah kaki Mandy tak mampu dikejar oleh Landy namun beberapa menit kemudian akhirnya jajaran langkah kaki Mandy yang berlari akhirnya terkejar juga oleh Landy. Sempat terengah-engah Landy menjajari langkah kaki gadis itu.
" woi, cepet amat sih ! " teriak Landy menyerah setelah ia tak mampu menjajari langkah kaki Mandy.
Dengan sekali decitan akhirnya Mandy pun berhenti.
" mau kakak itu apa sih kak ? " tanya Mandy seraya menoleh ke belakang.
Perlahan Landy mendekati Mandy yang telah sembab wajahnya. Landy yang tak pernah tersenyum tiba-tiba tersenyum sangat tulus ke arah Mandy.
" udah gih, jangan nangis. Jelek tau ! " hiburnya.
Mandy tersenyum balik ke arah Landy dan kemudian berkata, " Maaf Mandy udah buat baju kakak kotor "
" no problem " ucapnya tersenyum tulus. Mandy sempat terpana melihat senyuman yang dipancarkan oleh Landy. Begitu kharismatik, pikirnya dalam hati. Namun lamunan akan senyuman maut sang penguasa sekolah segera tersadarkan akibat teriakan nyaring dari Ghina.
" Ghina udah mau kesini, duluan ya " ucap Landy lembut. Kemudian Landy pun berlari meninggalkan Mandy yang masih terpana.
Saat sedang asyiknya terpana mengikuti tubuh Landy yang kemudian hilang ditelan koridor, Ghina menepuk bahu sahabat barunya itu.
" ngelamunin apa hayo ? " godanya pada Mandy.
" eh, eh.. gak ada kok ! " kilah Mandy cepat.
" yaudah, buruan gih ke kelas, udah mau bel nih. Ntar kita ketinggalan lagi pelajaran kimia ! " ajak Ghina kemudian.
" tapi aku mau ke kantin dulu, Ghin ! " bujuk Mandy akhirnya.
" hm... " gumam Ghina dan seketika ia mendengar langkah kaki seolah mengejar. Ternyata Erick yang mendekati mereka. Dengan senyum manis --- yang Ghina paksakan --- akhirnya ia mendekati Erick yang masih letih karena aksi kejar-kejaran tadi.
" Kak Erick, lo baek gak sama gue ? " tanya Ghina basa-basi.
" gak usah pake basa-basi ! I know that you wanna something from me, right ? what's that ? don't be a bad girl ! " ucap Erick masih dalam aksen Inggris yang kali ini dicampur bahasa Indonesia.
" Mandy haus tuh ! Lo mau kan beliin kita minuman ? please... " nada memelas penuh harapan keluar dari mulut Ghina yang manis itu.
" okay, where's the money ? " senyum jahil terkulum di bibir Erick.
" are you kidding ? oh my God, Erick Winata Paul Santo doesn't have money !!! how pity you are, bro ! " tawa Ghina mulai meledak.
" oh shit ! I'm just kidding anymore ! I'll back later, and you will get two bottles of mineral water from canteen ! " kemudian Erick meninggalkan Ghina yang masih tersenyum geli melihat tingkah teman kakaknya itu.
" woi, cepet amat sih ! " teriak Landy menyerah setelah ia tak mampu menjajari langkah kaki Mandy.
Dengan sekali decitan akhirnya Mandy pun berhenti.
" mau kakak itu apa sih kak ? " tanya Mandy seraya menoleh ke belakang.
Perlahan Landy mendekati Mandy yang telah sembab wajahnya. Landy yang tak pernah tersenyum tiba-tiba tersenyum sangat tulus ke arah Mandy.
" udah gih, jangan nangis. Jelek tau ! " hiburnya.
Mandy tersenyum balik ke arah Landy dan kemudian berkata, " Maaf Mandy udah buat baju kakak kotor "
" no problem " ucapnya tersenyum tulus. Mandy sempat terpana melihat senyuman yang dipancarkan oleh Landy. Begitu kharismatik, pikirnya dalam hati. Namun lamunan akan senyuman maut sang penguasa sekolah segera tersadarkan akibat teriakan nyaring dari Ghina.
" Ghina udah mau kesini, duluan ya " ucap Landy lembut. Kemudian Landy pun berlari meninggalkan Mandy yang masih terpana.
Saat sedang asyiknya terpana mengikuti tubuh Landy yang kemudian hilang ditelan koridor, Ghina menepuk bahu sahabat barunya itu.
" ngelamunin apa hayo ? " godanya pada Mandy.
" eh, eh.. gak ada kok ! " kilah Mandy cepat.
" yaudah, buruan gih ke kelas, udah mau bel nih. Ntar kita ketinggalan lagi pelajaran kimia ! " ajak Ghina kemudian.
" tapi aku mau ke kantin dulu, Ghin ! " bujuk Mandy akhirnya.
" hm... " gumam Ghina dan seketika ia mendengar langkah kaki seolah mengejar. Ternyata Erick yang mendekati mereka. Dengan senyum manis --- yang Ghina paksakan --- akhirnya ia mendekati Erick yang masih letih karena aksi kejar-kejaran tadi.
" Kak Erick, lo baek gak sama gue ? " tanya Ghina basa-basi.
" gak usah pake basa-basi ! I know that you wanna something from me, right ? what's that ? don't be a bad girl ! " ucap Erick masih dalam aksen Inggris yang kali ini dicampur bahasa Indonesia.
" Mandy haus tuh ! Lo mau kan beliin kita minuman ? please... " nada memelas penuh harapan keluar dari mulut Ghina yang manis itu.
" okay, where's the money ? " senyum jahil terkulum di bibir Erick.
" are you kidding ? oh my God, Erick Winata Paul Santo doesn't have money !!! how pity you are, bro ! " tawa Ghina mulai meledak.
" oh shit ! I'm just kidding anymore ! I'll back later, and you will get two bottles of mineral water from canteen ! " kemudian Erick meninggalkan Ghina yang masih tersenyum geli melihat tingkah teman kakaknya itu.
Categories
Cerpenku
Kamis, 01 Maret 2012
The Lady of Shine
Oke, tes tes 1 2 3...
Check sound ! okay !
hello everybody, selamat malam ;)
kali ini lagi malas buat cerpen, cerbung maupun puisi.
malem ini, saya selaku pembuat " The Lady of Shine " blog mau menjelaskan kenapa blog ini dikasih judul gitu !
kalian mau tau kenapa ?
awalnya blog ini sempet mengalami 4 kali perubahan nama --- termasuk yang kali ini ----
dulunya --- jaman bahulak --- nama blog ini " AVY'S STORY "
dulu mikirnya blog ini bakalan jadi jurnal harian bagi aku kalo kata anak sekarang mah diary gitu ya !
nah cuma waktu itu ada temen yang bilang gini, " nama blognya diganti aja deh ! kan di blog kamu lagi ngebahas tentang nusantara alias Indonesia "
eh akhirnya diubah jadi " AVY " karena nunjukkin identitas nama aku selaku pemilik blog yang sah ini
tapi akhirnya gak tahu kenapa, aku kepikiran kata-kata " Love, Life, Limited "
sebenernya agak rasis sih dengan kata " Limited "nya soalnya artinya kan terbatas.
yup, emang disengaja sih, jadi aku buat blog ini terbatas akan rahasia pribadi aku sedangkan " Love " ataupun " Life " itu karena baik puisi, cerbung, atau kisah galauku berpusar disitu doang. Makanya aku buat judulnya jadi " Love, Life, Limited " tapi setelah pikir-pikir lagi, aku ubah aja deh nama itu !
dan kebetulan tadi aku denger sambil ngeliat lirik lagu " Firework " - Katty Perry jadi keinspirasi pengen ngubah namanya jadi " Firework Blog of AVY's Story "
eh cuma nih, firework atau kembang api kan cuma terang bentar terus hilang ditelan malam lagi.
terus mikir gini, kembang api kan identik dengan cahaya dan cahaya selalu ada menyinari dunia.
makanya dengan pemikiiran yang cukup lama akhirnya aku buat nama blog ini jadi " The Lady of Shine "
lah terus apa hubungannya dengan kata " the lady " ?
maksudnya disini, aku pengen jadi gadis dengan kepribadian yang bisa buat orang bahagia karena cahaya kebaikan yang aku pancarin ( amin )
makanya aku memilih judul itu untuk jadi nama blog aku.
dan semoga saja gak bakal berubah lagi, amin.
okay, sekian penjelasan dari saya. maaf buat anda bosan. mungkin karya selanjutnya bakal dipublish besok atau lusa --- nunggu pulsa modem dibeli ---
ARIGATOU !
THANK YOU !
TERIMA KASIH !
Categories
Ceritaku
