Minggu, 29 Januari 2012

Fiksi : Surat Chacha Untuk-Nya

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:27 0 komentar

Assalamualaikum ya Allah..
Allah, namaku chacha. umurku baru menginjak 6 tahun.
aku pengen cerita sama Allah tentang kehidupanku.
Allah, kenapa sih aku terlahir dari keluarga yang gak bahagia ? bunda sama ayah bercerai setelah aku lahir?
apa aku pembawa sial ya, Allah ? kok aku lahir, bunda dengan ayah bercerai ? terus kenapa aku punya penyakit ya Allah? kok chacha ada penyakit itu sih ya Allah? terus kenapa chacha juga dijauhi temen-temn chacha ya Allah ? emang chacha salah ya terlahir dengan penyakit ini dan hidup dari keluarga yang bercerai ? sebenernya Allah sayang gak ya sama chacha? chacha sedih ya Allah kalo liat hidup chacha yang seperti ini terus. chacha pengen mati aja ya Allah biar bisa senyum terus sama Allah. biar bisa nolong bunda sama ayah kalo di akhir jaman nanti. chacha sayang sama mereka ya Allah tapi chacha sedih ngeliat hidup chacha yang begini saja ! chacha pengen tidur ya Allah, chacha pengen ketemu Allah. Allah sayang kan sama chacha ? tidurin chacha ya Allah biar besok chacha bisa ketemu Allah selamanya :)

Sabtu, 21 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman untuk Cinta (6)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:29 0 komentar
setelah sekian tahun berlalu, sosok Cinta mulai tak terdengar kabar lagi bahkan sampai Rinka sekalipun tak tahu kabarnya bagaimana keadaan sahabatnya itu. yang Rinka tahu Cinta menghilang setelah ia mengetahui bahwa Edo kembali bertemu dengan mantannya dan akhirnya menduakan Cinta. perlahan namun pasti Rinka mulai menghirup nafas dalam-dalam seolah ia terlalu berat menjalani semua keadaan yang ada.
" Cin, kamu dimana ? " ucapnya sendiri sambil menatap foto mereka saat masih duduk di kelas 1 SMA seolah berharap foto itu dapat menjawab semua kegundahan hatinya. saat Rinka tengah sibuk dalam lamunannya, tiba-tiba alunan lembut lagu Bukan Diriku - Samson memecah keheningan. perlahan ia melihat handphonenya, nomor tak dikenal ! rasa tanya yang dalam pun akhirnya mendorong Rinka untuk mengangkat telepon tersebut.
" halo ", sapa Rinka untuk diseberang sana.
" ini bener nomornya Rinka ? ", tanya sosok itu dengan nada khas yang sangat familiar di otak Rinka.
" ya, ini bener nomor Rinka. ini siapa ya ? ", balasnya dalam perasaan bingung.
" Ka, ini Edo. masih inget kan sama aku ? "
degup kencang mewarnai suasana hati Rinka seolah terkejut dengan semua yang ada.
" i..yaa... ke..na..pa..doo...? " tanya Rinka terbata-bata.
" aku cuma mau ngasih kabar kalo minggu depan itu pesta pernikahan aku. aku harap kamu dan Cinta bisa dateng ke acara itu. di gedung OK jam 10 pagi acaranya dimulai. maaf ya aku gak bisa ngasih undangannya langsung ke kamu soalnya aku sibuk. ", jelas Edo pada Rinka.
" hm, iya deh ntar kami dateng kesana ! " balas Rinka penuh sesak.
" oke, thanks ya ", dan telepon pun dimatikan.
sejenak Rinka memandangi kembali handphonenya kemudian terdiam memikirkan perkataan yang baru saja diucapkan Edo padanya. Edo akan menikah ? lalu bagaimana dengan Cinta ? Cinta saja tak ada kabar selama ini ! oh Tuhan, bantu aku yang sedang gundah ini ! pikir Rinka dalam hati tetapi ketika ia sedang memikirkan hal tersebut, terbesit dipikirannya tempat Cinta yang pasti ia kunjungi beberapa tahun ini. dengan sigap Rinka berlari lalu mengambil kendaraan dan pergi kesana.
setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Rinka pun tiba di tempat itu. tempat bernuansa putih dan berbau obat-obatan mulai terasa ketika Rinka mulai memasukinya. dengan cepat ia berlari menuju ruang informasi untuk menanyakan sebuah kepastian.
" permisi sus, apakah benar disini ada pasien bernama Racinta Lomuri ? " tanya Rinka halus pada suster tersebut.
" sebentar ya mbak, saya cek dulu " balas suster itu kemudian. setelah beberapa waktu akhirnya suster itu menjawab, " iya mbak ada, atas nama nona Racinta Lomuri, pasien dengan perawatan inap penyakit kanker hati di kamar anggrek nomor 2 "
" terima kasih mbak " dan dengan sigap Rinka berlari menuju ruangan tersebut !
ya Tuhan, apakah sudah separah ini keadaan Cinta ?...ucap Rinka dalam hati.

Jumat, 20 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (5)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 18:52 0 komentar
Setahun pun hampir berlalu, kini masa-masa semester baru pun menanti siswa dan siswi untuk pelajaran baru. dalam duduk termangu Cinta memasuki kelasnya yang baru disana telah menunggu teman terdekatnya, Tina. teman yang ia kenal sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMA, teman seperjuangannya dalam merintis ilmu pendidikan.
" Cintaaa !! " jerit Tina sambil melambaikan tangan.
Cinta yang melihat lambaian tangan Tina segera mendekat dan tersenyum padanya.
" duduk sama aku ya ! " bujuk Tina pada Cinta.
sekilas Cinta melihat keadaan sekitar dan akhirnya menganggup mantap pada Tina.
" horeee " ucap Tina girang.
dan akhirnya masa-masa baru pun dimulai !
Tepat pukul 10 pagi, bel pun berbunyi tanda jam istirahat, semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin bak singa kelaparan. sesak ! kata itulah yang bisa mendeskripsikan keadaan pada kantin saat ini. Cinta yang sedang berada diantara kumpulan anak manusia yang kelaparan itu pun akhrinya menyerah, kepalanya mulai terasa pusing kembali.
Tuhan, jangan sekarang !.. ucap Cinta dalam hati.
saat Cinta tengah asyik mengurusi sakitnya, ia melihat sosok Rinka samar-samar mendekatinya.
" Ka, bantu aku ! " ucapnya dan bruukkk.. kembali Cinta tumbang di tempat.
Dan 10 menitpun hampir berlalu, namun Cinta belum siuman juga. sengaja Rinka tak memberi tahu keadaan Cinta pada Edo. ia tak ingin Edo kembali khawatir dengan keadaan gadis yang ia cintai itu sampai tiba-tiba handphone di saku Cinta pun berbunyi.
alunan lagu Demi Cinta - Kerispatih melantun merdu di handphone Cinta. dengan sigap ia melihat siapa yang mengontak dan ternyata nomor tak dikenal menghubunginya. dengan nekat Rinka pun mengangkat telepon itu.
" selamat siang, mbak. apakah benar ini nomor pasien dengan nama Racinta Lomuri ? " sapa seseorang diseberang sana.
" iya, dengan saya sendiri. ada apa ya mbak ? " tanya Rinka kemudian.
" saya perawat dari dokter Aryo, mbak. kami ingin mengabarkan bahwa hasil tes telah ada, kami mohon kesediaan mbak untuk datang mengambil hasil ang telah ada. " jelas suster itu dengan panjang lebar.
" oh, baik mbak. saya usahakan secepatnya, terima kasih atas infonya mbak. "
" iya mbak, selamat siang. "
" siang " dan akhirnya percakapan itupun ditutup dengan tatapan miris menghadap ke arah tubuh Cinta yang terbujur di tempat tidur UKS. lalu dengan rasa penasaran yang berlebih, Rinka membuka inbox di handphone Cinta. tak ada satupun pesan dari Edo ! dan pesan terakhir hanya saat mendekati ujian dan selebihnya tidak ada sama sekali ! betapa terkejutnya Rinka yang melihat hal ganjil itu namun tetap ia simpan dalam hati sampai waktu yang tepat. dan setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Cinta pun tersadar. kali ini ekspresi Cinta benar-benar seperti orang yang habis dipukul benda tumpul tepat dikepalanya.
" aku kenapa ? " tanya Cinta pada Rinka.
" kamu pingsan, Cin " balas Rinka sambil menatap penuh rasa iba ke Cinta.
" aku mau ke kelas ! aku mau belajar " ucap Cinta sambil melompat turun dari tempat tidur.
" Cin, kamu itu sakit ! " bentak Rinka padanya sambil memegang tangan Cinta.
dan dengan sekali gerakan, pegangan itu berhasil ditepis Cinta dan dengan langkah terseot-seot ia pun berlari menuju kelasnya. Rinka yang melihat apa yang dilakukan sahabatnya itu hanya terdiam membisu.
kamu berubah Cin.. sebutnya dalam hati sambil meneteskan air mata.



Rabu, 18 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (4)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:06 0 komentar
Rinka yang melihat isi surat itu seketika pucat pasi dan pikirannya tak menentu. benarkah semua ini ? apa hanya ia saja yang salah melihat deretan huruf di kertas itu ? oh Tuhan, apakah yang harus ia lakukan sekarang ? sungguh ia tak dapat mengungkapkan apa-apa lagi saat ini. sesaat Rinka benar-benar disibukkan dengan berbagai macam pertanyaan yang ada di pikirannya hingga akhirnya ia pun tersadar akibat dering handphone-nya itu. ternyata Edo telah menghubunginya ! sejenak ia pun menarik nafas dan menjawab telepon itu.
" dimana ? " tanya Edo.
"di kelas, baru mau ke UKS " sambar Rinka seperlunya.
" oh yaudah, cepetan ya. kasian pacarku kenapa-kenapa ! " jawab Edo.
" iya, dah " dan percakapan itu terhenti seketika. 
kembali Rinka memandangi kertas itu dan akhirnya mengembalikannya ke dalam tas Cinta dan segera beranjak menuju UKS kembali. setibanya di UKS, Rinka memaksakan diri untuk tersenyum kepada kedua sosok yang tengah berada di dalam UKS tersebut.
" nih coklatnya. cepet sembuh ya cantik " ucap Rinka penuh kegetiran.
"makasih my best sista " balasnya sambil tersenyum.
" iya. eh Do, duluan ya. aku mau ngerjain tugas dulu. hati-hati, gak baik berduaan ntar yang ketiganya setan " ajak Rinka bercanda.
" ya dirimulah setannya, Ka ! " balas Edo sambil tertawa.
keceriaan lo gak sebanding dengan apa yang gue rasain, Do ! lo gak tau yang sebenernya ! semoga Tuhan mempertemukan jalan keluarnya, ucap Rinka dalam hati.
" yaudah deh, duluan ya. dah " sapanya dan Rinka pun menghambur menuju kelasnya dengan perasaan yang tak menentu.
saat siang harinya ketika pulang sekolah, Rinka berjalan menuju kelas Cinta yang rindang itu. ia memunculkan kepalanya sambil bertanya dimana sosok sahabatnya itu namun ternyata nihil. teman-teman sekelasnya tidak ada yang tahu keberadaannya dimana. kecemasan pun kembali melanda Rinka lalu ia berlari mencari sosok sahabatnya itu kesekeliling sekolah namun tetap tidak ada !
Tuhan, Cinta dimana ? astaga ! ntar dia kenapa-kenapa ! ucap Rinka dalam hatinya dengan hati gusar.
dan panjang umur ! ia pun melihat sosok Cinta yang tengah asyik mendengarkan lagu di taman sekolah. ya taman sekolah adalah tempat favorit Cinta akhir-akhir ini. lalu dengan sigap, Rinka pun menghampiri gadis bernuansa biru itu.
" bisa ngomong, Cin ? " ucap Rinka tanpa basa-basi.
" apa Ka ? " balasnya sambil tersenyum.
" kamu kenapa sih ? kamu sakit ya ? kok gak pernah cerita ke aku sih ! apa aku bukan sahabat kamu ! Edo tau dengan masalah ini ? " berondongnya hingga Cinta terdiam.
" jawab Cin ! " desak Rinka kemudian namun Cinta tetap saja terdiam.
" aku gak apa-apa kok, Ka ! tolong, jangan mendesak aku !!! " bentak Cinta hingga ia pun meneteskan air mata.
Rinka yang tak pernah mendengar Cinta membentak seseorang, seketika terdiam dalam keheningan yang membius mereka.
" aku cuma khawatir, Cin. ntar kamu ada apa-apa ! " desisnya kemudian dalam tundukan penuh penyesalan.
" udah, aku gak apa-apa kok. pulang yook, aku mau istirahat ! " ajak Cinta kemudian. dan hari-haripun berlanjut dalam rasa gelisah dan keceriaan yang memendam satu arti.


Selasa, 17 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (3)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:05 0 komentar
namun tiba-tiba saat Cinta tengah memperhatikan pelajaran, keringat mengucur dengan derasnya seolah peluh memenuhi badannya. rasa penat yang luar biasa menghampirinya seolah ia berlari sejauh-jauhnya, kepalanya pun semakin sakit seolah ia dihantam benda yang sangat keras dan akhirnya seakan ia tak kuat menahan itu lagi, bruukkk... ia pun limbung dan pingsan.
Wina, teman sebangkunya darit adi yang telah curiga dengan sikap Cinta akhirnya terkejut dan segera menyelamatkan temannya itu. wajah Wina yang pucat pasi melihat temannya itu langsung meminta bantuan kepada teman-teman sekelas.
" tolongin aku dong ! Cinta pingsan !!! " teriaknya heboh.
sontak seisi kelas yang tadinya tengah sibuk memperhatikan pelajaran menoleh ke sumber suara dan langsung menolong Cinta. Edo yang tengah asyik memperhatikan pelajaran pun akhirnya khawatir melihat kondisi gadis yang sangat ia cintai itu. dengan sigap Edo menyibak kerumunan para murid yang hendak menolong Cinta.
" minggir semua ! " ucap Edo lantang pada  teman-temannya.
dan dengan seketika kerumunan itupun terbuka dan dengan sekali gerakan, Edo menggendong Cinta menuju UKS dan berkata pada guru yang tengah mengajar.
" bu, biar saya saja yang mengantar Cinta ke UKS ! " ucap Edo lantang namun dibalut rasa khawatir yang luar biasa.
Ibu guru yang tengah mengajar itupun diam dan akhirnya mengangguk lalu angkat bicara.
" kamu jaga dia sampai dia siuman ya, Do. Ibu percaya kamu ! "
" baik bu " balas Edo kemudian ia berlari menuju UKS sambil menggendong Cinta yang tak berdaya di pangkuan tangannya.
ketika sesampainya di UKS, Edo yang merupakan anggota Palang Merah Remaja itu sendiri membuka ruang UKS dan menaruh tubuh Cinta yang tak berdaya di atas tempat tidur UKS. lalu ia pun melakukan apa yang harus ia lakukan saat seseorang pingsan. ia bergegas menuju kotak P3K dan mencari minyak angin untuk menyadarkan Cinta dan setelah melakukan upaya yang tepat akhirnya Cinta pun mulai siuman  dan melihat keadaan sekitarnya. disampingnya telah ada Rinka dan Edo yang tengah menunggu respon sadar dari Cinta. sesaat setelah Cinta sadar, ia pun mengeluarkan sepatah kalimat.
" aku lapar " ucap Cinta polos.
sontak Edo dan Rinka yang mendengar itu lantas tertawa. melihat Cinta yang kebingungan akhirnya Edo pun mulai angkat bicara, " aduh sayang, dimana-mana kalo orang pingsan terus siuman itu bilangnya tuh aku dimana ? aku kenapa ? eh kamu malah ngomong aku lapar " ucapnya sambil tertawa.
Cinta yang mendengar ucapan Edo akhirnya mengerutkan wajahnya lalu memonyongkan bibirnya seolah ia tak suka dengan perilaku mereka berdua.
" aku laper tau ! ih ! " desisnya kesal." yaudah, Ka, beliin coklat dong biar nih anakgak mewek lagi. eh sekalian juga ambilin hp Cinta ya. di dalem tasnya tuh " titah Edo pada Rinka.
lalu dengan sekali anggukan akhirnya Rinka pun pergi meninggalkan mereka berdua menuju kantin untuk membeli coklat.
setelah Rinka membeli coklat, ia pun beranjak pergi menuju kelas Cinta untuk mengambil hp di dalam tas Cinta yang bermotif batik itu. namun saat Rinka mengambil handphone Cinta, tiba-tiba selembar kertas terjatuh dari dalam tas. Rinka yang melihat kertas itu langsung mengambilnya dan tak sengaja ia membuka kertas itu dan sebuah kenyataan telah terbuka dibalik keceriaan Cinta.


Senin, 16 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (2)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:03 0 komentar
saat mereka menuju kantin, tiba-tiba brukk.. seseorang menabrak tubuh Cinta secara tak sengaja.
" eh, maaf ya. aku gak sengaja " ucap orang tersebut sambil duduk menghadap Cinta.
" makanya kalo punya mata dipake dong ! liat nih tubuh Cinta jadi lecet semua kan ? jadi cowok tuh jangan melambai deh jalannya ! " ucap Rinka ketus.
" maaf, aku lagi buru-buru. aku mau pergi ke ruang kelasku, mau ngambil sesuatu ! "
" udah Ka, aku gak apa-apa kok. yaudah, mungkin kamu lagi buru-buru, udah gih pergi ntar telat masuk lagi " ucap Cinta melerai keduanya sambil tersenyum tulus.
" tapi kan..." bantah Rinka.
" Rinkaaaaa... " sebutnya sambil menatap Rinka dengan senyuman penuh arti.
" huh, yaudah deh, balik deh sono ke kelasmu. awas aja ya ketemu lagi " ancam Rinka kepada cowok itu.
sejenak cowok itu terbingung-bingung dengan tingkah mereka berdua namun seketika ia tersadar lalu berkata, " makasih ya Cinta "
sontak, Cinta pun terkejut dengan sosok cowok itu lalu segera ia menatap wajah cowok itu dan ternyata itu  adalah Edo !
betapa terkejutnya Cinta saat melihat Edo dihadapannya sambil tersenyum. kemudian, Edo pun berkata, " happy anniversary ya sayangku ! maaf ya sayang hehe dan thanks Ka udah mendramatisasi walaupun gak sukses "
" oke Do, no problem " balas Rinka pada Edo.
Cinta yang bingung akhirnya angkat bicara juga, " ini ada apa sih ? "
dan seketika tawa Edo dan Rinka pun terpecah membuat orang-orang disekitar mereka heran dengan perilaku mereka bertiga.
" ya ampun, Cin. kamu inget gak sih ini tanggal berapa ? " tanya Rinka pada Cinta.
" emang tanggal berapa sih ? " tanyanya balik.
" ini tanggal 11 sayangku. ih kamu ini ya " jawab Edo sambil mencubit pipi Cinta.
dan seketika Cinta pun akhirnya mengerti dengan ucapan mereka berdua lalu ia menepuk dahinya dengan lambat.
" ya ampun ! aduh happy anniversary ya sayang. aduh lupa aku sayang, maafin aku ya sayang. " ucap Cinta pada do.
kemudian Edo pun tersenyum dan berkata, " yaudah gapapa sayang. yaudah gih, masuk ke kelas. bentar lagi bel bunyi. yook " ajaknya pada Cinta.
" aku gimana ? " tanya Rinka polos.
" minta anter Rian tuh ! " ucap Cinta dan Edo berbarengan.
" ih ogah !!! "
lalu mereka pun berjalan lalu menuju kelas masing-masing.

*saat di kelas*

aduh kok kepala aku pusing lagi ya ? astaga, kenapa sih ? udah seminggu sakit terus kepalaku ? ada apa ya dengan kepala aku ? hm, mungkin cuma sakit biasa ! ayo Cin, semangat ! masa cuma sakit gini doang kamu lemah ? ... ucap Cinta dalam hatinya saat pelajaran Biologi tengah berlangsung.
" Cin, kamu gak apa-apa ? " tanya teman sebangkunya pada Cinta.
" eh, aku gak apa-apa kok cuma pusing sedikit doang. " balasnya seperlunya.
" kamu yakin ? ntar aku kasih tahu Edo deh ! "
"eh gak usah, Na. I'm fine " ucapnya tersenyum lalu merkapun melanjutkan pelajaran yang sedang berlangsung.


source : http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150702848214815

Minggu, 15 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (1)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 20:25 0 komentar
pagi di hari Minggu itu matahari mucul dengan malu-malu dibalik sang awan putih yang masih bersih. cahayanya yang memaksa, membuat mata seseorang di kamar bernuansa biru awan mulai membuka kedua kelopak matanya. ya, pagi ini Cinta terlalu malas untuk membuka kedua matanya yang masih dibalut rasa penat luar biasa namun dengan usaha yang pasti, ia pun membuka kedua kelopak matanya itu. perlahan ia mulai berjalan ke wastafel dan mencuci kedua matanya lalu ia pun berjalan menuju pintu dan keluar.krieeett.. pintu pun terbuka. dengan lunglai ia pun berjalan menyusuri rumah tetapi miris, rumah telah sunyi. hanya Armimi, kucing kesayangannya masih bermalas-malasan di tempat tidurnya. seketika Cinta sangat kecewa dengan kondisi yang ada di rumahnya, tiada mama dan papa di pagi hari yang selalu mengucapkan " selamat pagi " padanya.
mereka selalu sibuk dengan urusan masing-masing namun Cinta pun mencoba tersenyum seolah ini adalah hal biasa yang selalu ia hadapi setiap hari. seketika ia pun berjalan ke dapur dan melihat makanan yang ada di meja makan. roti bakar, selai, dan secangkir susu telah ada di meja makan. lalu Cinta pun sarapan pagi dan setelah itu bergegas mandi lalu segera memakai pakaian dan tenggelam dalam dunianya sendiri.
keesokan harinya, weker imut berbentuk hati itu pun berbunyi tepat pukul 05.30 pagi. sontak, Cinta pun bangun dan bergegas mengawali harinya di sekolah.
" ma, pa, Cinta berangkat dulu ya " ucap Cinta pada kedua orang tuanya.
" iya sayang. oh iya mama siang nanti mau ke Australia, mau bertemu dengan kolega mama disana. kamu hati-hati ya di rumah. " ucap sang mama kepada Cinta.
" emm, papa juga sayang. papa mau ke Paris. papa mau mengurusi pekerjaan Papa disana. mungkin sekitar sebulanan papa disana. kamu jaga diri baik-baik ya sayang. "
Cinta yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja, lalu ia berkata " hati-hati ya ma, pa. Cinta berangkat sekolah dulu. assalamualaikum " dan Cinta pun berlari keluar rumah menuju menuju pelataran mobil kemudian ia masuk ke mobil berwarna hitam tersebut kemudian sesaat mobil itu telah melaju meninggalkan rumah mewah tersebut.
sesampainya disekolah, Cinta telah disambut oleh sebuah senyuman ceria dari sahabatnya, Rinka. sejenak, Cinta menghembuskan nafas dan mulai mengembangkan senyum di wajahnya seolah mengisyaratkan bahwa ia sangat ceria pada hari ini lalu berjalan mendekati sahabatnya dari kecil itu.
" good morning, the lady blue " sapa Rinka padanya.
" morning too, the lady pink " balasnya sambil tertawa.
" ah kamu ini ya, Cin. orang nyapa bagus-bagus juga, eh malah digituin "
" aduh maaf ya, Ka. becanda kok. apa kabarmu hari ini ? baik ? " tanya Cinta berbasa-basi.
" baik. gimana kabar your soulmate, si Edo ? " tanya Rinka balik sambil menyeggol bahu Cinta.
" ih apaan sih kamu, Ka ? si Edo mah di kelas. kalo mau, samperin dia. " ucap Cinta seolah cemburu.
" ye gitu aja marah. udah yuk, temenin aku ke kantin. laperrrr " ucap Rinka sambil tersipu malu.
" haha, dasar tukang makan. yaudah yuk ke kantin "
dan kedua sahabat itupun berjalan menyusuri koridor sekolah lalu menuju ke kantin favorit mereka.


 

HALFDEVIANGEL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos