Rabu, 18 Januari 2012

Cerbung : Satu Senyuman Untuk Cinta (4)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:06
Rinka yang melihat isi surat itu seketika pucat pasi dan pikirannya tak menentu. benarkah semua ini ? apa hanya ia saja yang salah melihat deretan huruf di kertas itu ? oh Tuhan, apakah yang harus ia lakukan sekarang ? sungguh ia tak dapat mengungkapkan apa-apa lagi saat ini. sesaat Rinka benar-benar disibukkan dengan berbagai macam pertanyaan yang ada di pikirannya hingga akhirnya ia pun tersadar akibat dering handphone-nya itu. ternyata Edo telah menghubunginya ! sejenak ia pun menarik nafas dan menjawab telepon itu.
" dimana ? " tanya Edo.
"di kelas, baru mau ke UKS " sambar Rinka seperlunya.
" oh yaudah, cepetan ya. kasian pacarku kenapa-kenapa ! " jawab Edo.
" iya, dah " dan percakapan itu terhenti seketika. 
kembali Rinka memandangi kertas itu dan akhirnya mengembalikannya ke dalam tas Cinta dan segera beranjak menuju UKS kembali. setibanya di UKS, Rinka memaksakan diri untuk tersenyum kepada kedua sosok yang tengah berada di dalam UKS tersebut.
" nih coklatnya. cepet sembuh ya cantik " ucap Rinka penuh kegetiran.
"makasih my best sista " balasnya sambil tersenyum.
" iya. eh Do, duluan ya. aku mau ngerjain tugas dulu. hati-hati, gak baik berduaan ntar yang ketiganya setan " ajak Rinka bercanda.
" ya dirimulah setannya, Ka ! " balas Edo sambil tertawa.
keceriaan lo gak sebanding dengan apa yang gue rasain, Do ! lo gak tau yang sebenernya ! semoga Tuhan mempertemukan jalan keluarnya, ucap Rinka dalam hati.
" yaudah deh, duluan ya. dah " sapanya dan Rinka pun menghambur menuju kelasnya dengan perasaan yang tak menentu.
saat siang harinya ketika pulang sekolah, Rinka berjalan menuju kelas Cinta yang rindang itu. ia memunculkan kepalanya sambil bertanya dimana sosok sahabatnya itu namun ternyata nihil. teman-teman sekelasnya tidak ada yang tahu keberadaannya dimana. kecemasan pun kembali melanda Rinka lalu ia berlari mencari sosok sahabatnya itu kesekeliling sekolah namun tetap tidak ada !
Tuhan, Cinta dimana ? astaga ! ntar dia kenapa-kenapa ! ucap Rinka dalam hatinya dengan hati gusar.
dan panjang umur ! ia pun melihat sosok Cinta yang tengah asyik mendengarkan lagu di taman sekolah. ya taman sekolah adalah tempat favorit Cinta akhir-akhir ini. lalu dengan sigap, Rinka pun menghampiri gadis bernuansa biru itu.
" bisa ngomong, Cin ? " ucap Rinka tanpa basa-basi.
" apa Ka ? " balasnya sambil tersenyum.
" kamu kenapa sih ? kamu sakit ya ? kok gak pernah cerita ke aku sih ! apa aku bukan sahabat kamu ! Edo tau dengan masalah ini ? " berondongnya hingga Cinta terdiam.
" jawab Cin ! " desak Rinka kemudian namun Cinta tetap saja terdiam.
" aku gak apa-apa kok, Ka ! tolong, jangan mendesak aku !!! " bentak Cinta hingga ia pun meneteskan air mata.
Rinka yang tak pernah mendengar Cinta membentak seseorang, seketika terdiam dalam keheningan yang membius mereka.
" aku cuma khawatir, Cin. ntar kamu ada apa-apa ! " desisnya kemudian dalam tundukan penuh penyesalan.
" udah, aku gak apa-apa kok. pulang yook, aku mau istirahat ! " ajak Cinta kemudian. dan hari-haripun berlanjut dalam rasa gelisah dan keceriaan yang memendam satu arti.


0 komentar:

Posting Komentar

 

HALFDEVIANGEL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos