setelah sekian tahun berlalu, sosok Cinta mulai tak terdengar kabar lagi bahkan sampai Rinka sekalipun tak tahu kabarnya bagaimana keadaan sahabatnya itu. yang Rinka tahu Cinta menghilang setelah ia mengetahui bahwa Edo kembali bertemu dengan mantannya dan akhirnya menduakan Cinta. perlahan namun pasti Rinka mulai menghirup nafas dalam-dalam seolah ia terlalu berat menjalani semua keadaan yang ada.
" Cin, kamu dimana ? " ucapnya sendiri sambil menatap foto mereka saat masih duduk di kelas 1 SMA seolah berharap foto itu dapat menjawab semua kegundahan hatinya. saat Rinka tengah sibuk dalam lamunannya, tiba-tiba alunan lembut lagu Bukan Diriku - Samson memecah keheningan. perlahan ia melihat handphonenya, nomor tak dikenal ! rasa tanya yang dalam pun akhirnya mendorong Rinka untuk mengangkat telepon tersebut.
" halo ", sapa Rinka untuk diseberang sana.
" ini bener nomornya Rinka ? ", tanya sosok itu dengan nada khas yang sangat familiar di otak Rinka.
" ya, ini bener nomor Rinka. ini siapa ya ? ", balasnya dalam perasaan bingung.
" Ka, ini Edo. masih inget kan sama aku ? "
degup kencang mewarnai suasana hati Rinka seolah terkejut dengan semua yang ada.
" i..yaa... ke..na..pa..doo...? " tanya Rinka terbata-bata.
" aku cuma mau ngasih kabar kalo minggu depan itu pesta pernikahan aku. aku harap kamu dan Cinta bisa dateng ke acara itu. di gedung OK jam 10 pagi acaranya dimulai. maaf ya aku gak bisa ngasih undangannya langsung ke kamu soalnya aku sibuk. ", jelas Edo pada Rinka.
" hm, iya deh ntar kami dateng kesana ! " balas Rinka penuh sesak.
" oke, thanks ya ", dan telepon pun dimatikan.
sejenak Rinka memandangi kembali handphonenya kemudian terdiam memikirkan perkataan yang baru saja diucapkan Edo padanya. Edo akan menikah ? lalu bagaimana dengan Cinta ? Cinta saja tak ada kabar selama ini ! oh Tuhan, bantu aku yang sedang gundah ini ! pikir Rinka dalam hati tetapi ketika ia sedang memikirkan hal tersebut, terbesit dipikirannya tempat Cinta yang pasti ia kunjungi beberapa tahun ini. dengan sigap Rinka berlari lalu mengambil kendaraan dan pergi kesana.
setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Rinka pun tiba di tempat itu. tempat bernuansa putih dan berbau obat-obatan mulai terasa ketika Rinka mulai memasukinya. dengan cepat ia berlari menuju ruang informasi untuk menanyakan sebuah kepastian.
" permisi sus, apakah benar disini ada pasien bernama Racinta Lomuri ? " tanya Rinka halus pada suster tersebut.
" sebentar ya mbak, saya cek dulu " balas suster itu kemudian. setelah beberapa waktu akhirnya suster itu menjawab, " iya mbak ada, atas nama nona Racinta Lomuri, pasien dengan perawatan inap penyakit kanker hati di kamar anggrek nomor 2 "
" terima kasih mbak " dan dengan sigap Rinka berlari menuju ruangan tersebut !
ya Tuhan, apakah sudah separah ini keadaan Cinta ?...ucap Rinka dalam hati.

0 komentar:
Posting Komentar