Setahun pun hampir berlalu, kini masa-masa semester baru pun menanti siswa dan siswi untuk pelajaran baru. dalam duduk termangu Cinta memasuki kelasnya yang baru disana telah menunggu teman terdekatnya, Tina. teman yang ia kenal sejak ia duduk di bangku kelas 1 SMA, teman seperjuangannya dalam merintis ilmu pendidikan.
" Cintaaa !! " jerit Tina sambil melambaikan tangan.
Cinta yang melihat lambaian tangan Tina segera mendekat dan tersenyum padanya.
" duduk sama aku ya ! " bujuk Tina pada Cinta.
sekilas Cinta melihat keadaan sekitar dan akhirnya menganggup mantap pada Tina.
" horeee " ucap Tina girang.
dan akhirnya masa-masa baru pun dimulai !
Tepat pukul 10 pagi, bel pun berbunyi tanda jam istirahat, semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin bak singa kelaparan. sesak ! kata itulah yang bisa mendeskripsikan keadaan pada kantin saat ini. Cinta yang sedang berada diantara kumpulan anak manusia yang kelaparan itu pun akhrinya menyerah, kepalanya mulai terasa pusing kembali.
Tuhan, jangan sekarang !.. ucap Cinta dalam hati.
saat Cinta tengah asyik mengurusi sakitnya, ia melihat sosok Rinka samar-samar mendekatinya.
" Ka, bantu aku ! " ucapnya dan bruukkk.. kembali Cinta tumbang di tempat.
Dan 10 menitpun hampir berlalu, namun Cinta belum siuman juga. sengaja Rinka tak memberi tahu keadaan Cinta pada Edo. ia tak ingin Edo kembali khawatir dengan keadaan gadis yang ia cintai itu sampai tiba-tiba handphone di saku Cinta pun berbunyi.
alunan lagu Demi Cinta - Kerispatih melantun merdu di handphone Cinta. dengan sigap ia melihat siapa yang mengontak dan ternyata nomor tak dikenal menghubunginya. dengan nekat Rinka pun mengangkat telepon itu.
" selamat siang, mbak. apakah benar ini nomor pasien dengan nama Racinta Lomuri ? " sapa seseorang diseberang sana.
" iya, dengan saya sendiri. ada apa ya mbak ? " tanya Rinka kemudian.
" saya perawat dari dokter Aryo, mbak. kami ingin mengabarkan bahwa hasil tes telah ada, kami mohon kesediaan mbak untuk datang mengambil hasil ang telah ada. " jelas suster itu dengan panjang lebar.
" oh, baik mbak. saya usahakan secepatnya, terima kasih atas infonya mbak. "
" iya mbak, selamat siang. "
" siang " dan akhirnya percakapan itupun ditutup dengan tatapan miris menghadap ke arah tubuh Cinta yang terbujur di tempat tidur UKS. lalu dengan rasa penasaran yang berlebih, Rinka membuka inbox di handphone Cinta. tak ada satupun pesan dari Edo ! dan pesan terakhir hanya saat mendekati ujian dan selebihnya tidak ada sama sekali ! betapa terkejutnya Rinka yang melihat hal ganjil itu namun tetap ia simpan dalam hati sampai waktu yang tepat. dan setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Cinta pun tersadar. kali ini ekspresi Cinta benar-benar seperti orang yang habis dipukul benda tumpul tepat dikepalanya.
" aku kenapa ? " tanya Cinta pada Rinka.
" kamu pingsan, Cin " balas Rinka sambil menatap penuh rasa iba ke Cinta.
" aku mau ke kelas ! aku mau belajar " ucap Cinta sambil melompat turun dari tempat tidur.
" Cin, kamu itu sakit ! " bentak Rinka padanya sambil memegang tangan Cinta.
dan dengan sekali gerakan, pegangan itu berhasil ditepis Cinta dan dengan langkah terseot-seot ia pun berlari menuju kelasnya. Rinka yang melihat apa yang dilakukan sahabatnya itu hanya terdiam membisu.
kamu berubah Cin.. sebutnya dalam hati sambil meneteskan air mata.

0 komentar:
Posting Komentar