pagi di hari Minggu itu matahari mucul dengan malu-malu dibalik sang awan putih yang masih bersih. cahayanya yang memaksa, membuat mata seseorang di kamar bernuansa biru awan mulai membuka kedua kelopak matanya. ya, pagi ini Cinta terlalu malas untuk membuka kedua matanya yang masih dibalut rasa penat luar biasa namun dengan usaha yang pasti, ia pun membuka kedua kelopak matanya itu. perlahan ia mulai berjalan ke wastafel dan mencuci kedua matanya lalu ia pun berjalan menuju pintu dan keluar.krieeett.. pintu pun terbuka. dengan lunglai ia pun berjalan menyusuri rumah tetapi miris, rumah telah sunyi. hanya Armimi, kucing kesayangannya masih bermalas-malasan di tempat tidurnya. seketika Cinta sangat kecewa dengan kondisi yang ada di rumahnya, tiada mama dan papa di pagi hari yang selalu mengucapkan " selamat pagi " padanya.
mereka selalu sibuk dengan urusan masing-masing namun Cinta pun mencoba tersenyum seolah ini adalah hal biasa yang selalu ia hadapi setiap hari. seketika ia pun berjalan ke dapur dan melihat makanan yang ada di meja makan. roti bakar, selai, dan secangkir susu telah ada di meja makan. lalu Cinta pun sarapan pagi dan setelah itu bergegas mandi lalu segera memakai pakaian dan tenggelam dalam dunianya sendiri.
keesokan harinya, weker imut berbentuk hati itu pun berbunyi tepat pukul 05.30 pagi. sontak, Cinta pun bangun dan bergegas mengawali harinya di sekolah.
" ma, pa, Cinta berangkat dulu ya " ucap Cinta pada kedua orang tuanya.
" iya sayang. oh iya mama siang nanti mau ke Australia, mau bertemu dengan kolega mama disana. kamu hati-hati ya di rumah. " ucap sang mama kepada Cinta.
" emm, papa juga sayang. papa mau ke Paris. papa mau mengurusi pekerjaan Papa disana. mungkin sekitar sebulanan papa disana. kamu jaga diri baik-baik ya sayang. "
Cinta yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja, lalu ia berkata " hati-hati ya ma, pa. Cinta berangkat sekolah dulu. assalamualaikum " dan Cinta pun berlari keluar rumah menuju menuju pelataran mobil kemudian ia masuk ke mobil berwarna hitam tersebut kemudian sesaat mobil itu telah melaju meninggalkan rumah mewah tersebut.
sesampainya disekolah, Cinta telah disambut oleh sebuah senyuman ceria dari sahabatnya, Rinka. sejenak, Cinta menghembuskan nafas dan mulai mengembangkan senyum di wajahnya seolah mengisyaratkan bahwa ia sangat ceria pada hari ini lalu berjalan mendekati sahabatnya dari kecil itu.
" good morning, the lady blue " sapa Rinka padanya.
" morning too, the lady pink " balasnya sambil tertawa.
" ah kamu ini ya, Cin. orang nyapa bagus-bagus juga, eh malah digituin "
" aduh maaf ya, Ka. becanda kok. apa kabarmu hari ini ? baik ? " tanya Cinta berbasa-basi.
" baik. gimana kabar your soulmate, si Edo ? " tanya Rinka balik sambil menyeggol bahu Cinta.
" ih apaan sih kamu, Ka ? si Edo mah di kelas. kalo mau, samperin dia. " ucap Cinta seolah cemburu.
" ye gitu aja marah. udah yuk, temenin aku ke kantin. laperrrr " ucap Rinka sambil tersipu malu.
" haha, dasar tukang makan. yaudah yuk ke kantin "
dan kedua sahabat itupun berjalan menyusuri koridor sekolah lalu menuju ke kantin favorit mereka.

0 komentar:
Posting Komentar