namun tiba-tiba saat Cinta tengah memperhatikan pelajaran, keringat mengucur dengan derasnya seolah peluh memenuhi badannya. rasa penat yang luar biasa menghampirinya seolah ia berlari sejauh-jauhnya, kepalanya pun semakin sakit seolah ia dihantam benda yang sangat keras dan akhirnya seakan ia tak kuat menahan itu lagi, bruukkk... ia pun limbung dan pingsan.
Wina, teman sebangkunya darit adi yang telah curiga dengan sikap Cinta akhirnya terkejut dan segera menyelamatkan temannya itu. wajah Wina yang pucat pasi melihat temannya itu langsung meminta bantuan kepada teman-teman sekelas.
" tolongin aku dong ! Cinta pingsan !!! " teriaknya heboh.
sontak seisi kelas yang tadinya tengah sibuk memperhatikan pelajaran menoleh ke sumber suara dan langsung menolong Cinta. Edo yang tengah asyik memperhatikan pelajaran pun akhirnya khawatir melihat kondisi gadis yang sangat ia cintai itu. dengan sigap Edo menyibak kerumunan para murid yang hendak menolong Cinta.
" minggir semua ! " ucap Edo lantang pada teman-temannya.
dan dengan seketika kerumunan itupun terbuka dan dengan sekali gerakan, Edo menggendong Cinta menuju UKS dan berkata pada guru yang tengah mengajar.
" bu, biar saya saja yang mengantar Cinta ke UKS ! " ucap Edo lantang namun dibalut rasa khawatir yang luar biasa.
Ibu guru yang tengah mengajar itupun diam dan akhirnya mengangguk lalu angkat bicara.
" kamu jaga dia sampai dia siuman ya, Do. Ibu percaya kamu ! "
" baik bu " balas Edo kemudian ia berlari menuju UKS sambil menggendong Cinta yang tak berdaya di pangkuan tangannya.
ketika sesampainya di UKS, Edo yang merupakan anggota Palang Merah Remaja itu sendiri membuka ruang UKS dan menaruh tubuh Cinta yang tak berdaya di atas tempat tidur UKS. lalu ia pun melakukan apa yang harus ia lakukan saat seseorang pingsan. ia bergegas menuju kotak P3K dan mencari minyak angin untuk menyadarkan Cinta dan setelah melakukan upaya yang tepat akhirnya Cinta pun mulai siuman dan melihat keadaan sekitarnya. disampingnya telah ada Rinka dan Edo yang tengah menunggu respon sadar dari Cinta. sesaat setelah Cinta sadar, ia pun mengeluarkan sepatah kalimat.
" aku lapar " ucap Cinta polos.
sontak Edo dan Rinka yang mendengar itu lantas tertawa. melihat Cinta yang kebingungan akhirnya Edo pun mulai angkat bicara, " aduh sayang, dimana-mana kalo orang pingsan terus siuman itu bilangnya tuh aku dimana ? aku kenapa ? eh kamu malah ngomong aku lapar " ucapnya sambil tertawa.
Cinta yang mendengar ucapan Edo akhirnya mengerutkan wajahnya lalu memonyongkan bibirnya seolah ia tak suka dengan perilaku mereka berdua.
" aku laper tau ! ih ! " desisnya kesal." yaudah, Ka, beliin coklat dong biar nih anakgak mewek lagi. eh sekalian juga ambilin hp Cinta ya. di dalem tasnya tuh " titah Edo pada Rinka.
lalu dengan sekali anggukan akhirnya Rinka pun pergi meninggalkan mereka berdua menuju kantin untuk membeli coklat.
setelah Rinka membeli coklat, ia pun beranjak pergi menuju kelas Cinta untuk mengambil hp di dalam tas Cinta yang bermotif batik itu. namun saat Rinka mengambil handphone Cinta, tiba-tiba selembar kertas terjatuh dari dalam tas. Rinka yang melihat kertas itu langsung mengambilnya dan tak sengaja ia membuka kertas itu dan sebuah kenyataan telah terbuka dibalik keceriaan Cinta.

0 komentar:
Posting Komentar