Dewasa ini, siapapun pasti mengenal tempat dengan kumpulan
benda-benda bersejarah yang seringkali kita sebut dengan museum. Rumah sejarah penuh budaya yang
berisi benda-benda bersejarah dari jaman nenek moyang kita ini terkadang kurang
mendapat perhatian lebih dari masyarakat sekitar. Dengan alasan yang beragam,
mulai dari bosan, tidak menarik sampai dengan fasilitas yang tidak memadai pun
menjadi topik yang sangat klasik bagi masyarakat sekitar untuk tidak
mengunjungi museum. Padahal sebenarnya masyarakat harus lebih mengenal budaya
sendiri dibandingkan budaya daerah maupun negara lain.
Hal ini
bisa kita lihat dari kurangnya minat anak remaja masa kini terhadap
kebudayaannya sendiri. Lalu dilanjutkan dengan kurangnya program dari sekolah
untuk berkunjung ke museum. Padahal sekolah merupakan sarana pendidikan pertama
yang seharusnya mengenalkan budaya daerah sendiri kepada remaja masa kini. Agar
mereka lebih bisa menghargai dan menjaga warisan dari nenek moyang yang ada. Dan
bila ditelaah lebih jauh, museum sekarang telah mengalami pemerosotan
kunjungan.
Sangat
disayangkan sekali hal tersebut dapat
terjadi. Padahal warisan budaya yang ada mampu membuat nama daerah tersebut
maupun negara kita sendiri, Indonesia menjadi negara sejuta kebudayaan jika
dilestarikan dengan baik oleh remaja yang merupakan generasi penerus bangsa
melalui pengenalan dini melalui museum.
Dan jika diperhatikan lebih lanjut
lagi, pengunjung yang datang ke museum bukan untuk melihat benda-benda sejarah
yang ada disana, melainkan untuk sekadar berfoto atau hanya untuk riset karya
ilmiah. Sebenarnya, perlu adanya perhatian lebih lagi oleh pemerintah untuk mengadakan
program pengunjungan museum secara berkala untuk mengenalkan kembali kebudayaan
daerah sendiri kepada remaja yang notabene adalah generasi penerus bangsa. Dan
bila tidak diperkenalkan, negara Indonesia akan mengalami pencurian kebudayaan
lagi oleh negara lain.

0 komentar:
Posting Komentar