" Terkadang hidup tak sesuai dengan apa yang engkau mau " itulah peribahasa yang sering aku dengar setiap kali aku mengeluh akan suatu hal yang tak pernah aku inginkan datang ke hidupku. Tapi entah kenapa kali ini ada hal yang sebenarnya tak ingin aku hadapi namun HARUS hadapi sendirian. Kalian tahu kenapa aku memberi judul postingan ini " BOUGENVIL " ? pasti kalian hanya pikir bahwa itu tanaman biasa yang tumbuh tanpa harus dirawat seperti tanaman lainnya. Namun ini bukan sekedar nama ! tapi sebuah makna yang terisyarat dalam kehidupan sang bunga bougenvil itu sendiri. Sejujurnya aku baru menyadari bahwa bougenvil bukanlah tanaman biasa, ia tanaman hebat ! ia hidup, tumbuh, berkembang dan menampilkan corak-corak indah pada bunganya tanpa harus dimanjakan ! ia berdiri sendiri !
Aku mulai mengerti akan arti terdalam dari sang bougenvil itu ketika aku membaca suatu kisah yang sarat akan makna kehidupan. Dalam cerita itu aku melihat bahwa sosok yang diceritakan dalam kisah itu begitu tegar. Ia ditelantarkan oleh keluarga kandungnya sendiri, hidup tanpa kecukupan, dan ia besar dengan kesuksesan yang ia raih sendiri tanpa bantuan dari keluarganya. Sungguh, disitu benar-benar ditampilkan betapa kejamnya alam mendidik kita untuk menjadi orang tangguh tanpa harus berpangku tangan kepada orang tua ! Seperti tanaman bougenvil yang tumbuh dan berkembang tanpa harus dirawat !
Dan aku akui aku ingin seperti itu ! kini, aku mulai merasakan bagaimana alam mulai mendidikku ! aku ingin menjadi sang bougenvile itu --- hidup tanpa harus dirawat --- hanya mengandalkan ketegaran, kesabaran, keikhlasan, dan ibadah !!! Tuhan ingin aku menjadi hamba-Nya yang terbaik dan aku pun ingin menjadi hamba-Nya yang bekerja akan keikhlasan hati ! niatku tulus --- aku ingin membantu kedua orang tuaku --- karena aku sadar aku terlahir bukan dari keluarga serba mewah. Aku terlahir dari keluarga sederhana. Mungkin jika kalian bertemu denganku pastilah kalian berpikir bahwa aku ini tak perduli akan diriku sendiri dan pendiam. Pada dasarnya aku memang pendiam karena aku besar di lingkungan yang hampir bahkan nyaris tidak ada anak kecil satupun, jadi mau tidak mau aku harus bersikap dewasa --- tidak seperti remaja seusiaku --- walaupun terkadang teman-temanku salah mengartikan sikapku itu. Ya, aku akui bahwa lain pribadi maka lain pula pemikiran dan sifat.
Ada perasaan dan angan-angan ketika aku membayangkan bila kelak aku menjadi apa yang aku inginkan. Amin ya Rabbalamin. Aku ingin menjadi seseorang yang berguna bagi keluarga, teman-teman dan masyarakat. Seseorang yang membanggakan mereka yang selalu mendukungku meskipun aku tahu hanya aku dan akulah yang akan bermain dalam " drama " Tuhan. Seperti bougenvil yang tumbuh berkembang tanpa harus dirawat...

0 komentar:
Posting Komentar