Jumat, 03 Februari 2012

Cerbung : Satu Senyuman untuk Cinta (7)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 20:55
dengan sigapnya Rinka berlari menuju ruangan yang telah disebutkan tadi, dan ketika ia menemukan kamar tempat dimana Cinta terlelap, kaki Rinka begitu lemas seakan tak kuat akan menghadapi kenyataan yang ada. perlahan namun pasti, Rinka mulai mendekati kamar itu, krieett.. Rinka terpekur melihat sosok yang tak ia kenali lagi.
itu Cinta ? ya Tuhan, apa yang terjadi dengannya !!! teriak batin Rinka.
seakan dunia berputar, Rinka masih tidak percaya akan sosok yang ada di depan matanya kini, perlahan ia menelan air liurnya sendiri dan angkat bicara.
" Cinta.... " ucap Rinka tertahan namun tidak ada tanggapan sedikit pun dari Cinta.
tak lama kemudian, bulir-bulir air mata jatuh perlahan membasahi wajah mulus Rinka itu. penyesalan, itulah yang dialami Rinka sekarang. ia pun menangis terisak-isak meluapkan semua penyesalan yang ada tetapi ketika ia menyesali semua yang ada, muncul satu tekad dalam dirinya. dia harus menceritakan semua yang ada pada kekasih lama Cinta ! agar semua menjadi jelas !
dan sekali usapan, ia menghapus air mata pada kedua pipinya.
" tunggu ya Cin, aku pasti mempertemukan kamu sama dia ! aku janji ! " janjinya pada Cinta yang terbaring koma.

keesokan harinya...
alunan lagu berdering di handphone bergaya modern itu, dan dengan sekali tekan tombol, telepon itu pun terjawab.
" bisa ketemuan ? ada yang mau aku jelasin ke kamu ! " ucap sang penelepon singkat.
" emm, tapi aku sibuk. gimana ? " tanya sang penjawab dengan ragu.
" aku mohon, ini tentang seseorang  ! dan kamu tau itu siapa ! "
" hm, oke jam berapa ? "
" jam 4, di tempat biasa. masih inget kan ? " tanyanya memastikan.
" iya inget. "
" oke, aku tunggu. bye "
lalu seketika  percakapan itupun terputus.
tepat pukul 4, seseorang tengah duduk gelisah menanti kehadiran sosok yang ia nantikan. berulang kali ia memelototi jam tangan yang melingkar manis di tangannya.
ayo dong, cepetaaannnn !!!! gerutu batin orang itu.
dan sekitar pukul 4.15, sosok itu pun hadir. ia mulai memasuki tempat itu sambil memperhatikan keadaan sekitar, mencari-cari sosok yang meneleponnya tadi. kemudian, gotcha !  ia menemukan sosok itu, melambaikan tangan lalu segera berlari kecil menghampiri orang yang telah lama menantinya.
" maaf aku telat " ucapnya menyesal.
" no problem, duduk gih ! " balasnya ramah.
" kenapa kamu, Ka ? mau ngomongin apa sama aku ? " tanya sosok itu pada gadis yang tengah duduk manis di depannya.
" aku mau cerita tentang Cinta, Do. " balasnya kemudian.
seketika sosok yang datang tadi langsung tertegun ketika mendengar nama yang tak pernah ia ingat lagi atau tepatnya ia mencoba melupakannya. ya, Edo telah lama mencoba melupakan sosok yang selalu hadir di benaknya itu.
" kenapa dengan dia, Ka ? " tanyanya cemas akhirnya.
" gini Do, sebenernya......." cerita Rinka panjang lebar pada Edo hingga Edo tak dapat berucap apa-apa lagi !

0 komentar:

Posting Komentar

 

HALFDEVIANGEL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos