Senin, 13 Februari 2012

Cerbung : Satu Senyuman untuk Cinta (8)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 21:58
Edo yang mendengar cerita itu hanya bisa terpekur membisu, seolah tak percaya bahwa kenyataan pahit telak menampar wajahnya. dengan getir pahit akhirnya Edo angkat bicara.
" anterin aku kesitu, Ka ! aku mohon ! " lalu air matapun mengalir lembut di wajah Edo.
Rinka yang melihat ekspresi itu sontak terdiam sejenak hingga ia pun mengangguk pasrah. sesaat Rinka melihat sikap Edo yang seketika pucat namun mencoba menutupinya dengan ketenangan yang tak baik.
" yakin mau ngejenguk dia ? " Rinka meyakinkan sosok yang tengah duduk dihadapannya.
" aku yakin, Ka ! " angguk Edo pasrah namun berusaha meyakinkan.
" nanti aja ya, Do. belum saatnya " elak Rinka.
" kenapa ? " kegelisahan mulai tampak di wajah Edo.
" dia belum siuman " tegas Rinka akhirnya.
" jadi ? " Edo menunggu kepastian.
" tunggu aja kabar dari aku ya. " jawab Rinka kemudian melihat arloji yang melingkar manis di tangannya. " duluan ya, ada urusan "
dengan sekali gerakan, Rinka berdiri dan berbalik badan meninggalkan sosok Edo sendirian meratapi penyesalan yang amat dalam di dirinya.


***


konflik batin mulai menguasai jiwa Edo. ia hanya bisa menyalahkan dirinya saat ini. di dalam mobil yang ia kendarai, berulang kali hampir menabrak para pengguna jalan yang tengah berada di dekatnya. konsentrasi buyar ! itulah yang sekarang Edo rasakan. entah kemana ia membawa mobilnya hingga sampai di satu tempat yang begitu asri. dipenuhi bunga mawar dan pepohonan yang rindang. tanpa sadar ia membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju bangku berwarna putih yang tak asing lagi baginya.
terduduk diam ! hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini. seribu makian untuk dirinya sendiri mulai berdatangan dari batinnya. dan akhirnya ia menyerah. bulir-bulir air mata mulai membasahi pipinya. harus ia akui, ia begitu menyesal setelah mendengar semua penjelasan dari Rinka. ia seolah tak percaya namun akhirnya ia merasa terjawab sudah pertanyaan yang selama ini menghantui dirinya. ini alasan Cinta dulu menjauhiku ? membuat sosok itu kembali hadir ke hidupku dan kemudian dengan kejinya aku meninggalkan Cinta demi sosok itu ? bodohnya aku !  Tuhan, bagaimana caraku untuk membahagiakannya ? sementara aku harus menikah nantinya !  kenapa harus Cinta ? kenapa !!!... ucap Edo dalam hati. dan setelah ia menyesali semua yang telah terjadi, ia mulai terpikir sesuatu. ya, dia harus membahagiakan Cinta apapun caranya ! disekanya air mata yang membasahi pipinya lalu ia pun memandangi tempat yang ia kunjungi itu.
" masih sama seperti dulu " ucapnya sambil tersenyum pahit. dilihatnya mawar-mawar yang berada disitu lalu didekatinya tangkai-tangkai mawar itu ! diingatnya Cinta yang selalu menyukai mawar. bagi Cinta, mawar adalah bunga yang cantik namun menyimpan sejuta misteri karena mawar mempunyai duri untuk melindungi diri dan semua rahasia yang ada pada dirinya. dan seketika, Edo pun tersadar lalu berlari menghampiri mobilnya lalu segera menstarter mobilnya menuju tempat spesial yang tadi terbesit di pikirannya.


***


nuansa tempat yang begitu asri itu begitu membius siapapun yang memasukinya. harum bunga mulai tercium di ruangan. masih sama ! tanggapan itulah yang keluar dari otak sosok yang memasuki ruangan itu. langkahnya mulai mengajak raganya memutari tempat itu mencari sesuatu yang dari tadi diincarnya. gotcha ! ditemukan benda itu. diambilnya benda itu beberapa tangkai dan berjalan mendekati pemilik tempat itu.
" bu, mawar putihnya tolong dibuat bucket ya. " ucapnya sambil tersenyum.
sang pemilik tempat itu langsung mengangguk dan melakukan tugasnya. beberapa menit kemudian, tangkai-tangkai itu telah terususun manis di dalam satu bungkusan.
" terima kasih, Bu " tersenyum lalu memberikan sejumlah uang pada pemilik tempat itu. dengan cepat, sosok itu pergi meninggalkan tempat itu menuju satu tempat yang menjadi tujuan utamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

HALFDEVIANGEL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos