Minggu, 19 Februari 2012

Cerbung : Satu Senyuman untuk Cinta (9)

Diposting oleh Ayu Vinesya Yolisa di 22:20
dalam hitungan detik, dering ringtone mengalun lembut di handphone canggih keluaran terbaru itu seolah mengisyaratkan bahwa itu adalah panggilan penting yang harus segera dijawab. dengan sigap, sang pemilik handphone tersebut segera menjawab
" ya sayang ? " tanyanya singkat namun jelas.
"  kamu lagi dimana sayang ? aku mau ngajak kamu jalan-jalan " terdengar nada manja yang khas penuh cinta kasih.
" aku lagi sibuk sayang, nanti aja ya. dah sayang " lalu klik, percakapan itupun diputus.
sang penelepon yang tadinya begitu bersemangat akhirnya mulai kecewa. ada getir aneh dalam dadanya yang tak bisa ia utarakan. mungkin dia lagi sibuk bener.. ucapnya dalam hati sambil menghela napas yang terasa menyesakkan dadanya, dilihatnya bunga yang tadi berhasil ia beli, segurat senyum getir mulai mewarnai wajahnya. setelah terlalu pekat ia memandang, akhirnya ia genggam bunga itu lalu ia memberhentikan kendaraan yang ia kendarai di pinggir jalanan. dilihatnya anak jalanan mendekati mobilnya. terlintas dalam benaknya, ia pun segera memberikan bunga itu kepada anak jalanan itu ditambah uang untuk menambah penghasilan anak jalanan itu.
" makasih ya kakak cantik " ucap anak jalanan itu sambil memberikan senyuman.
" kembali kasih adek " senyum manis pun mulai tergambar indah di wajahnya.
kemudian dengan riangnya anak jalana itu berlari dan mengatakan pada teman-temannya yang lain bahwa sosok seorang bidadari telah menolongnya hari ini.

***

langkah kaki tertatih-tadi terdengar menggema dalam bangunan tak jadi yang cukup sepi itu, berkelok-kelok namun sang pemilik kaki sudah tahu dengan pasti kemana koridor ini berakhir. tergesa-gesa ia menaiki tangga diujung koridor tersebut menuju tempat tujuan utama itu. dan kriett.. pintu diujung tangga pun terbuka. desiran angin langsung menerpa tubuh sosok itu ketika ia membuka pintu mungil itu.
" masih sama "  sambil melihat keadaan sekitar yang luas dan indah.
di tempat itu terdapat pot-pot bunga yang berisikan bunga mawar berbagai warna. cantik ! hanya satu kata itu yang dapat mewakilkan keadaan tempat itu namun entah mengapa tempat itu tak terawat seperti dahulu saat sang pemilik tempat itu masih ada disana.
terfokus pada satu titik, sosok itu mendekati tempat yang masih sangat khas baginya. disibaknya debu-debu yang menutupi tempat itu, dan seketika sosok itu tertegun. EDO LOVE CINTA ! kata-kata itu masih sangat jelas !
sosok itu pun tertegun. sosok itu ternyata adalah orang yang masih sangat akrab dengan tempat ini, dialah Edo !
perlahan kenangan akan masa lalu terlintas kembali dalam benak Edo.  sesak, itulah yang ia rasakan sekarang. semua terasa hampa ketika ia melihat kembali tulisan yang terpampang jelas di depannya. ya Tuhan, maafkan aku... ucap Edo lirih. alam yang seolah mengerti akan perasaan Edo pun mulai menetskan rintik-rintik hujan yang kemudian berubah menjadi hujan deras. masih dalam penyesalannya, Edo berdiri di tempat itu. wajahnya tak mampu lagi menutupi bahwa ia begitu mencintai sosok yang selama ini hadir dalam hidupnya walaupun sebentar. saat Edo tengah dalam ketertegunannya, nada dering di handphone-nya pun mengalun merdu. tersadar akan hal itu, Edo pun beralih mengambil handphone-nya dan melihat panggilan itu. tertera nama Rinka disana ! ada apa ? pikirnya dalam hati. lalu dengan sekali gerakan, ia menjawab panggilan itu. namun saat ia menjawab panggilan itu, ia pun terdiam dan dapat berucap apa-apa lagi !

0 komentar:

Posting Komentar

 

HALFDEVIANGEL Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos